Selasa, 30 November 2010

"Assalamualaikum...."
Ku dengar, panggilan salam seorang pria dari luar. Ku lirik jam pada saat itu..tertera di sana bahwa hari sudah jam 08.00 malam.Kupikir kembali, apakah ku ada janji?. Sipa yang bertamu malam-malam begini?Dan suara itu...suara yang sering ku dengar selama dua bulan ini dan aku tak tahu siapa pemilik suara itu.Ku lihat ibu di kamarnya...Ah..Ibuku sedang menidurkan adik kecilku Rini...Kasihan Ibu, ia begitu letih karena baru saja pulang dari rumah Bu Rt.Ibuku bekerja disana sebagi pembantu rumah tangga tapi Ibu tak pernah malu..Ibu selalu bilang pada kami anak-anaknya bahwa tak ada yang perlu dimalukan sebab inikan pekerjaan halal...Ah..Ibu kaulah segalanya....
Teringat lima tahun yang silam, ku lihat ayah sedang bersiap-siap pergi ke kantornya yang teretak di Tabing. Ku lihat ia begitu gagah dan tampan dalam usia yang sudah 45 tahun, Ayah terlihat sangat bijaksana dengan balutan jas dan dasi hitam yang dipadu dengan kemeja lengan panjang berwarna biru, warna kesukaan Ayah dan Ibu yang membelikannya ketika ulang tahun pernikahan mereka yang keempat.

"Ayah..." sapaku sambil belari kecil mendekatinya
"Nita..mau berangkat ke sekolah sama Ayah?" tanya Ayah sambil mengambil tasnya dari tangan Ibu...


                                                                                                                                        Continue....

Sabtu, 27 November 2010

Bercermin Pada Hati yang Lain

Sahabat..
Cinta itu terkadang begitu sangat menyenangkan.
Cinta punya arti tersendiri bagi setiap orang dan selalu berbeda-beda.
Sahabat..
Pernah aku sama sepertimu...
merasakan cinta itu begitu indah dilihat dan didengar..
begitu di tunggu kehadirannya
Sahabat...
Cinta mungkin akan menemukan persimpangan dan
akan ada sebuah pelabuhan yang setia menanti kedatangan cintamu..
Persimpangan yang membuat hati ini berpindah arah dan tujuan..
Pelabuhan adalah tempat singgah kapal layar yang kita buat..
Sahabat...
Pernah ku sempat jatuh dalam cinta pada yang bukan halal bagiku..
Namun itu dulu...dilema antara dua pilihan..tetap bertahan dengan cinta semu ataukah...
Kembali pada Sang Pemberi Cinta...sebab..
Ku tahu aku tercipta dari tuylang rusuk yang tlah Dia janjikan...
Sahabat...
Ketika itu syetan tengah menari indah..Lalu ku teringat akan dilema yang sama pd belhan hati yang lain..
Bahkan tlah berjalan lama tnpa kepastian...
Sahabat...
bercermin pd belahan hati yang lain membuatku meninggalkan cinta semu itu...
Dan kini ku rasakan damai yang tiada kira..
Dan ku yakin engkau kan temukan yang sama dengankuu..
rasa cinta yg indah, damai, tenntram, tanpa takut ia kan pergi..
karena rasa ini ibaratkan melepas segenggam bara yang kita kira buah yang begitu manis..
Sahabat..
Labuhkanlah cintamu pd Rabbul Izzati...
Sang Maha Setia Memberi Cinta....

                                                                                                   For U Ukhty, Cinta tulus....
                                                                                                   Batusangkar,  23 November 2010